BAB 1 "Makna Nilai dan Contoh Sikap terhadap Sila-sila Pancasila"




Halo Semuanya, kali ini saya berbagi pengetahuan tentang makna nilai dan contohnya sikap berdasarkan sila–sila di Pancasila. Langsung saja ya ^^



    1.     Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai umat pertama pada Tuhannya.

Ketuhanan berasal dari kata Tuhan pencipta seluruh alam. Yang Maha Esa, berarti Yang Maha Tunggal, tiada sekutu dalam zat-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Zat Tuhan tidak terdiri atas zat-zat yang banyak lalu menjadi satu. Sifat-Nya adalah sempurna dan perbuatan-Nya tiada dapat disamai oleh siapa pun/apa pun. Tiada yang menyamai Tuhan, Dia Esa. Jadi. Ketuhanan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta.

Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Pertama :

   a.     Saling menghormati antar umat ber-negara.
   b.     Menjalani perintah agama sesuai ajaran yang dianut masing-masing.
   c.      Melaksanakan kewajiban dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
   d.     Membina kerjasama dan tolong menolong antar umat ber-agama.

    2.     Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya
semua sama di Dunia ini.

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu makhluk yang berbudaya dengan memiliki potensi pikir, rasa, karsa, dan cipta. Karena potensi seperti yang dimilikinya itu, manusia tinggi martabatnya. Dengan budi nuraninya, manusia menyadari nilai-nilai dan norma-norma.

Adil berarti wajar, yaitu sepadan dan sesuai dengan hak dan kewajiban seseorang. Keputusan dan tindakan didasarkan pada objektifitas, tidak pada subjektifitas. Di sinilah yang dimaksud dengan wajar/ sepadan.

Maksudnya, sikap hidup, keputusan, dan tindakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai keluhuran budi, kesopanan, dan kesusilaan. Adab terutama mengandung pengertian tata kesopanan, kesusilaan, atau moral. Dengan demikian, beradab berarti berdasarkan nilai-nilai kesusilaan, bagian dari kebudayaan.

Kemanusiaan yang adil dan beradab ialah kesadaran sikap dan perbuatan yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kesusilaan umumnya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap alam dan hewan.

Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Kedua :

   a.     Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan.
   b.     Mengembangkan sikap tenggang rasa.
   c.      Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
   d.     Memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya.

   3.     Persatuan Indonesia

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai warna Negara Indonesia untuk bersatu membangun negeri ini.

Persatuan berasal dari kata satu, artinya utuh tidak terpecah-pecah. Persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Persatuan Indonesia dalam sila ketiga ini mencakup persatuan dalam arti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan.

Persatuan Indonesia ialah persatuan bangsa yang mendiami seluruh wilayah Indonesia.

Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Ketiga :

   a.     Bangga dan cinta terhadap tanah air.
   b.     Mengembangkan sikap persatuan dan kesatuan.
   c.      Memajukan pergaulan demi peraturan bangsa.
   d.     Menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
   e.      Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.



   4.     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Sila ini beruhubungan terhadap perilaku kita untuk selalu bermusyawarah dalam menyelesesaikan masalah.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan berarti bahwa kekuasaan yang tertinggi berada di tangan rakyat Kerakyatan disebut pula kedaulatan rakyat. Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dan dilaksanakan dengan sadar, jujur, dan bertanggung jawab serta didorong dengan itikad baik sesuai dengan hati nurani.

Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan suatu hal berdasarkan kehendak rakyat, sehingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat. Perwakilan adalah suatu sistem, dalam arti tata cara (prosedur) mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara melalui lembaga perwakilan.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan berarti bahwa rakyat dalam melaksanakan tugas kekuasaannya ikut dalam pengambilan keputuan-keputusan.

Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Keempat :

   a.     Selalu memperdepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan permasalahan.
   b.     Menghargai hasil musyawarah.
   c.      Ikut serta dalam pemilihan umum.
   d.     Memberikan kepercayaan wakil-wakil rakyat yang telah terpilih.

   5.     Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila ini berhubungan terhadap perilaku kita dalam bersikap adil terhadap semua orang.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menunjukkan bahwa  manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam masyarakat Indonesia. Keadilan sosial memiliki unsur pemerataan, persamaan dan kebebasan yang bersifat komunal.

Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. Nilai keadilan sosial mengamatkan bahwa semua warga negara mempunyai hak yang sama dan bahwa semua orang sama di hadapan hukum.

Berikut contoh sikap yang mencerminkan di sila Kelima :

   a.     Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
   b.     Menghargai hasil karya orang lain.
   c.      Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan pihak umum.
   d.     Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Konstitusi

Pengertian, Bentuk dan Perkembangan Demokrasi

GEOSTRATEGI INDONESIA